PROPOSAL KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN
UPAYA KESEHATAN BERSUMBER MASYARAKAT II
Di Dusun Kedayon RT 05 RW 01 Wates Getasan
Disusun Oleh :
Nadya Gubita Larasati
P1337425217029
PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN GIGI
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2020
|
|
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal kegiatan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat di Dusun Kedayon RT 05 RW 01 merupakan program Praktek Kerja Lapangan yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai dengan 6 November 2020.
Proposal ini disetujui pada tanggal 17 Oktober 2020.
Pelaksana kegiatan :
Nama : Nadya Gubita Larasati
NIM : P1337425217029
Semarang, 17 Oktober 2020
Mengetahui,
Ketua Program Studi Dosen Pembimbing
DIV Keperawatan Gigi
Salikun, S.P,d M.Kes Irmanita Wiradona,S.Si.T, M.Kes
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan non diskriminatif dan norma-norma agama. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis (UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009)
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggrakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan (UU Tentang Kesehatan No. 36 Tahun 2009)
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan presentase masalah gigi dan mulut sebesar 57,6 %. Sementara untuk perilaku menyikat gigi yang benar menyebutkan bahwa baru 2,8% penduduk Indonesia yang sudah menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi dan malam secara benar.
UKBM merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Departemen Kesehatan yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat secara mandiri. Peran serta masyarakat jelas dirasakan keberadaannya dalam segala bidang pembangunan kesehatan, wujud nyata peran serta masyarakat yaitu dalam Upaya Kesehatan bersumber Masyarakat (UKBM).
Berdasarkan data diatas, kami mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang yang juga berperan sebagai tenaga kesehatan bermaksud hendak melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Dusun Kedayon RT 05 Rw 01 melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di sekitar Dusun Kedayon RT 05 RW 01.
B. Masalah
1. Data Masalah
Berdasarkan hasil pendataan 10 KK di Dusun Kedayon RT 05 RW 01, Wates, Getasan pada tanggal 12-14 Oktober 2020 didapatkan hasil sebagai berikut :
|
NO |
PERTANYAAN |
Beresiko |
Tidak beresiko |
Jumlah |
Presentase beresiko |
Presentase Tidak beresiko |
|
1 |
Apakah bapak/ibu/Saudara mengetahui bahwa penyebab gigi berlubang adalah mengonsumsi makanan manis dan lengket? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
2 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui bahwa kesehatan gigi dan mulut perlu dipelihara agar gigi menjadi bersih dan sehat? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
3 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui bahwa waktu yang tepat untuk menggosok gigi yaitu pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur? |
2 |
23 |
25 |
8% |
92% |
|
4 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui bahwa akibat merokok pada kesehatan gigi adalah terdapat karang gigi dan gigi berwarna kuning? |
7 |
19 |
26 |
27% |
73% |
|
5 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui bahwa salah satu cara menjaga kesehatan gigi yang baik dan benar yaitu menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
6 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar? |
13 |
12 |
25 |
52% |
48% |
|
7 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara selalu membersihkan sisa makanan yang menempel dengan menggosok gigi? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
8 |
Apakah setiap anggota keluarga memiliki masing-masing 1 sikat gigi? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
9 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui bahwa kebiasaan merokok dapat berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut? |
7 |
18 |
25 |
28% |
72% |
|
10 |
Menurut Bapak/Ibu/Saudara apakah gigi berlubang sebaiknya dilakukan tindakan penambalan? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
11 |
Menurut Bapak/Ibu/Saudara apakah makanan yang berserat baik untuk kesehatan gigi dan mulut? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
12 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara tadi malam sebelum tidur dan sesudah sarapan pagi menggosok gigi? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
13 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara menggunakan sikat gigi secara bersama-sama? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
14 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara menggunakan pasta gigi berfluor? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
15 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara merokok? |
11 |
14 |
25 |
44% |
56% |
|
16 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara sering makan makanan manis? |
12 |
13 |
25 |
48% |
52% |
|
17 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengunjungi klinik gigi minimal 6 bulan sekali? |
25 |
0 |
25 |
100% |
0% |
|
18 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara pernah mengalami sakit gigi? |
13 |
12 |
25 |
52% |
48% |
|
19 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara jika sakit gigi ber0bat ke puskesmas /rumah sakit? |
2 |
23 |
25 |
8% |
92% |
|
20 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara rutin kontrol 6 bulan sekali ke dokter gigi? |
25 |
0 |
25 |
100% |
0% |
|
21 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara menggunakan air pam? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
22 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara selalu mengonsumsi sayur setiap makan? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
23 |
Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengonsumsi ikan dalam seminggu minimal 2 kali? |
11 |
14 |
25 |
44% |
56% |
|
24 |
Apakah orang tua Bapak/Ibu/Saudara mempunyai gigi berjejal? |
0 |
25 |
25 |
0% |
100% |
|
25 |
Apakah orang tua Bapak/Ibu/Saudara mempunyai gigi berlubang? |
10 |
15 |
25 |
40% |
60% |
Dari data diatas, diperoleh grafik sebagai berikut :
Setelah diperoleh data dan dilakukan analisis berdasarkan jawaban dari 25 pertanyaan yang diajukan kepada 25 warga sebagai responden, diklasifikasikan warga dengan resiko rendah sebanyak 16 %, warga dengan resiko sedang 72 % dan warga dengan resiko tinggi 12 %. Jadi, dapat disimpulkan dengan presentase terbanyak bahwa warga di RT 05 RW 01 Dusun Kedayon memiliki resiko sedang terhadap penyakit gigi dan mulut.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pengkajian data di Dusun Kedayon RT 05 RW 01 ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut :
|
No |
Data Fokus |
Masalah Kesehatan |
|
1 |
Data Subjektif : Beberapa warga masih belum mengetahui waktu yang tepat dan cara menyikat gigi yang baik dan benar
Data Objektif : Dari 10 KK yang disurvei terdapat 2 warga yang belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi (8%) dan 13 warga yang belum mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar (52%) |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai waktu dan cara menyikat gigi yang baik dan benar |
|
2 |
Data Subjektif : Beberapa warga masih melakukan kebiasaan buruk bagi gigi seperti merokok dan belum tahu akibatnya bagi gigi
Data Objektif: Dari 10 KK yang disurvei terdapat 11 warga masih memiliki kebiasaan merokok (44%) dan 7 warga yang belum mengetahui pengaruh rokok bagi kesehatan gigi seperti terdapat karang gigi dan menjadikan gigi kuning (28%) |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai kebiaaan baik dan buruk bagi gigi |
|
3 |
Data Subjektif : Beberapa warga masih sering mengonsumsi makana manis melekat
Data objektif : Dari 10 KK yang disurvei terdapat 12 warga yang sering mengonsumsi makanan manis melekat (48%) |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi |
|
4 |
Data subjektif : Semua warga belum rutin melakukan pemeriksaan gigi ke klinik atau pelayanan kesehatan
Data Objektif : Dari 10 KK yang disurvei terdapat 25 warga yang belum rutin melakukan pemeriksaan gigi ke klinik setiap 6 bulan sekali (100%) dan ada 2 warga yang tidak pernah sama sekali berobat ke puskesmas atau pelayanan kesehatan meski sakit gigi (8%) |
Kurangnya pengetahuan dan minat warga mengenai pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali |
|
5 |
Data Subjektif: Beberapa warga masih sering merasakan sakit gigi dan memiliki riwayat keturunan gigi berlubang
Data Objektif: Dari 10 KK yang disurvei terdapat 13 orang yang masih sering sakit gigi (52%) dan terdapat 10 orang yang memiliki riwayat keturunan gigi berlubang (40%) |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai cara pencegahan penyakit gigi dan mulut |
3. Prioritas Masalah
|
No |
Permasalahan |
% |
U |
S |
G |
Total |
Priorias Masalah |
|
1 |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai waktu dan cara menyikat gigi yang baik dan benar |
52% |
4 |
4 |
4 |
12 |
1 |
|
2 |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai kebiasaan baik dan buruk bagi gigi |
28% |
3 |
4 |
3 |
10 |
3 |
|
3 |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi |
48 % |
3 |
3 |
3 |
9 |
4 |
|
4 |
Kurangnya pengetahuan dan minat warga mengenai pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali |
100 % |
2 |
3 |
3 |
8 |
5 |
|
5 |
Kurangnya pengetahuan warga mengenai cara pencegahan penyakit gigi dan mulut |
52 % |
3 |
4 |
4 |
11 |
2 |
Prioritas Masalah ditentukan dengan metode USG ( Urgency, Seriousness, Growth) yang ditentukan dengan skor skala likert sebagai berikut:
Skor U = 0 - 5 (tidak penting – sangat penting)
Skor S = 0 - 5 (tidak serius - sangat serius)
Skor G = 0 - 5 (tidak berdampak – sangat berdampak)
Berdasarkan analisis data diatas, maka dapat dirumuskan prioritas masalah sebagai berikut :
a. Prioritas 1 : Kurangnya pengetahuan warga mengenai waktu dan cara menyikat gigi yang baik dan benar
b. Prioritas 2 : Kurangnya pengetahuan warga mengenai cara pencegahan penyakit gigi dan mulut
c. Prioritas 3 : Kurangnya pengetahuan warga mengenai kebiasaan baik dan buruk bagi kesehatan gigi
d. Prioritas 4 : Kurangnya pengetahuan dan minat warga mengenai pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali
e. Prioritas 5 : Kurangnya pengetahuan warga mengenai cara pencegahan penyakit gigi dan mulut
C. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Dusun Kedayon RT 05 RW 01, Wates, Getasan.
b. Tujuan Khusus
a) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut
b) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi di kehidupan sehari-hari
c) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit gigi dan mulut
D. Nama dan Sasaran Kegiatan
Kegiatan yang akan diselenggarakan yaitu Pemberdayaan Masyarakat Dusun Kedayon RT 05 RW 01. Sasaran dari kegiatan ini adalah Masyarakat di sekitar Dusun Kedayon RT 05 RW 01.
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan Pemberdayan Masyarakat Dusun Kedayon RT 05 RW 01 akan diselenggarakan pada tanggal 28 September s.d 6 November 2020 bertempat di Dusun Kedayon RT 05 RW 01.
F. Pengorganisasian
Panitian penyelenggara dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dusun Kedayon RT 05 RW 01. Struktur panitia penyelengara yaitu sebagai berikut :
Pelindung : 1. Ketua Jurusan Keperawatan Gigi Tri Wiyatini, SKM, M.Kes (Epid)
2. Ketua Prodi Diploma IV Keperawatan Gigi Salikun, S.Pd. M.Kes
3. Ketua RT 05 Bapak Marmin
Penanggungjawab : Pembimbing Lapangan Irmanita Wiradona,S.Si.T, M.Kes
Pelaksana Kegiatan : Nadya Gubita Larasati
BAB II
RENCANA KEGIATAN
A. Kegiatan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada warga Dusun Kedayon RT 05 RW 01 diperoleh hasil data sebagai berikut :
a. Pengetahuan warga mengenai waktu dan cara menyikat gigi yang baik dan benar masih kurang. Terdapat 2 warga yang belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi dan 13 warga yang belum mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar.
b. Pengatahuan warga mengenai kebiasaan baik dan burukk bagi kesehatan gigi masih kurang. Terdapat 11 warga yang masih memiliki kebiasaan merokok dan 7 warga yang belum mengetahui akibat merokok bagi kesehatan gigi.
c. Pengetahuan warga mengenai makanan yang baik dan buruk masih kurang. Terdapat 12 warga yang masih sering mengonsumsi makanan manis melekat.
d. Pengetahuan dan minat warga mengenai pemeriksaan gigi rutin setiap 6 bulan sekali masih kurang. Terdapat 25 warga yang belum rutin melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan sekali dan 2 warga yang tidak pernah berobat meski sakit gigi.
e. Pengetahuan warga mengenai pencegahan penyakit gigi dan mulut masih kurang. Terdapat 13 warga yang masih sering sakit gigi dan 10 warga yang memiliki riwayat keturunan gigi berlubang.
2. Pemaparan
Berdasarkan identifikasi masalah dapat dipaparkan bahwa semua masalah yang terjadi karena kurangnya pengetahuan warga Dusun Kedayon RT 05 RW 01 mengenai kesehatan gigi sehingga masih banyak permasalahan kesehatan gigi yang belum teratasi. Sehingga dalam hal ini dibutuhkan peran dalam membantu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan ini diharapkan mampu meningkatkan angka kesehatan gigi di Dusun Kedayon RT 05 Rw 01.
3. Rencana kegiatan
|
Hari/Tanggal |
Waktu |
Tempat |
Kegiatan |
Pelaksana |
|
Selasa, 20 Oktober 2020 |
08.00-08.45 |
Rumah Ketua RT 05 |
Pemaparan dan Musyawarah Masyarakat Desa |
Nadya Gubita L |
|
Rabu, 21 Oktober 2020 |
07.00-08.00 |
Dusun Kedayon RT 05 |
Persiapan |
Nadya Gubita L |
|
|
08.00-08.05 |
|
Pembukaan dan Perkenalan |
Nadya Gubita L |
|
|
08.05-08.35 |
|
Penyampaian Materi |
Nadya Gubita L |
|
|
08.35-09.00 |
|
Diskusi dan tanya jawab |
Nadya Gubita L |
|
|
09.00-09.10 |
|
Penutup |
Nadya Gubita L |
4. Monitoring
Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan masyarakat di Dusun Kedayon RT 05 RW 01 perlu dilakukan pemantauan untuk menemukan permasalahan yang menghambat program kerja, yang mencakup :
a. Sarana prasarana pendukung kegiatan
b. Bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan
c. Alokasi waktu kegiatan
5. Evaluasi
a. Evaluasi proses
Evaluasi proses ini perlu dilakukan pada saat kegiatan berlangsung yang bertujuan untuk menilai tahapan kerja yang mungkin menjadi hambatan pada saat berlangsungnya kegiatan, meliputi :
1) Waktu penyampaian materi
2) Materi yang disampaikan
b. Evaluasi Hasil
Evaluasi dilakukan setelah kegiatan selesai yang bertujuan untuk menilai suksesnya suatu kegiatan.
B. Metode
a. Untuk mendapatkan data kesehatan gigi warga menggunakan screening
b. Penyuluhan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab melalui media Whatsapp Group
c. Demonstrasi menyikat gigi dengan video yang dikirim melalui media Whatsapp Group
C. Prosedur Kegiatan
1. Pendekatan kepada ketua RT 05 Dusun Kedayon dengan cara :
a. Silaturahmi kepada ketua RT 05 dan menjelaskan program yang akan dilaksanakan di lingkungan sekitar RT 05
b. Melakukan negosiasi mengenai penawaran program yang akan dilaksanakan di Dusun Kedayon RT 05
2. Tindak lanjut yang diharapkan dari pendekatan kepada pihak berwajib :
Program yang ditawarkan kepada pihak RT 05 dapat diterima dan didapatkan kerjasama yang baik antara pihak RT 05 dengan pelaksana kegiatan.
D. Anggaran
|
No |
Nama Barang |
Jumlah |
Harga |
Total |
|
1 |
Print Proposal |
2 buah |
@8000 |
Rp 16.000,- |
|
2 |
Print Materi |
10 buah |
@3000 |
Rp 30.000,- |
|
Jumlah Total |
Rp 46.000,- |
|||
E. Matrik Pelaksanaan Kegiatan
|
Hari/Tanggal |
Tempat |
Kegiatan |
Pelaksana |
|
Selasa, 20 Oktober 2020 |
Rumah ketua RT 05 |
Pemaparan dan Musyawarah Masyarakat Desa |
Nadya Gubita L |
|
Rabu, 21 Oktober 2020 |
Dusun Kedayon RT 05 |
Persiapan |
Nadya Gubita L |
|
|
|
Pembukaan dan Perkenalan |
Nadya Gubita L |
|
|
|
Penyampaian Materi a. Karang Gigi b. Karies Gigi c. Kebiasaan baik dan buruk bagi kesehatan gigi d. Makanan baik dan buruk bagi kesehatan gigi e. Cara pencegahan penyakit kesehatan gigi |
Nadya Gubita L |
|
|
|
Diskusi dan tanya jawab |
Nadya Gubita L |
|
|
|
Penutup |
Nadya Gubita L |
|
|
|
Monitoring dan Evaluasi |
Nadya Gubita L |
BAB III
PENUTUP
Demikian proposal ini disusun sebagai pedoman bagi Kegiatan pemberdayaan di
Dusun Kedayon RT 05 RW 01, Wates, Getasan. Partisipasi dari berbagai pihak yang
dapat mendukung terselenggaranya kegiatan pemberdayaan ini akan sangat
bermanfaat bagi warga Dusun Kedayon. Kami semua menginginkan dengan
sungguh-sungguh agar penyelenggaraan kegiatan Pemberdayaan ini berjalan dengan
lancar dan aman sesuai rencana. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati langkah-langkah
kita. Aamiin.
Lampiran
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
I. JUDUL : Upaya Peningkatan Kesehatan Gigi dan mulut di Dusun Kedayon RT 05 RW 01
II. SUB TOPIK :
a. Karang Gigi
1) Pengertian karang gigi
2) Penyebab terbentuknya karang gigi
3) Cara membersihkan karang gigi
b. Karies Gigi
1) Pengertian Karies Gigi
2) Penyebab terbentuknya karies gigi
c. Kebiasaan baik dan buruk bagi gigi
1) Macam-macam kebiasaan baik bagi gigi
2) Macam-macam kebiasaan buruk bagi gigi
d. Makanan yang baik dan buruk bagi gigi
1) Macam-macam makan yang baik bagi gigi
2) Macam-macam makanan yang buruk bagi gigi
e. Pencegahan penyakit gigi dan mulut
1) Cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar
2) Pemeriksaan gigi secara rutin 6 bulan sekali
III. HARI/TANGGAL : Rabu, 21 Oktober 2020
IV. WAKTU : 60 menit
V. TEMPAT : Dusun Kedayon RT 05 RW 01, Wates, Getasan
VI. PELAKSANA : Nadya Gubita Larasati
VII.SASARAN : Warga Dusun Kedayon RT 05 RW 01
VIII. JUMLAH : 25 orang
IX. TUJUAN UMUM :
Meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Dusun Kedayon RT 05 RW 01, Wates, Getasan.
X. TUJUAN KHUSUS :
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut
b. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi di kehidupan sehari-hari
c. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit gigi dan mulut
XI. METODE : Diskusi dan tanya jawab menggunakan media Whatsapp Group
XII.MEDIA DAN ALAT PERAGA : Laptop, Hp, Video
XIII. KEGIATAN PENYULUHAN
|
No |
Waktu |
Tahap |
Kegiatan |
|
1 |
5 menit |
Pembukaan |
-Mengucapkan salam -Memperkenalkan diri -Menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilakukan |
|
2 |
5 menit |
Apersepsi |
-Menanyakan kepada warga teerkait pengetahuan kesehatan gigi, seperti gigi berlubang,karang gigi,cara menyikat gigi yang baik dan benar,kebiasaan baik dan buruk bagi gigi,dan cara pencegahan penyakit gigi dan mulut |
|
3 |
20 menit |
Penyampain Materi |
-Menjelaskan tentang penyakit gigi seperti karang gigi dan gigi berlubang,kebiasaan baik dan buruk bagi gigi, makanan baik dan buruk bagi kesehatan gigi dan cara pencegahan penyakit gigi dan mulut |
|
4 |
20 menit |
Sesi tanya jawab |
-Memberikan kesempatan bagi warga untuk bertanya seputar kesehatan gigi |
|
5 |
10 menit |
Penutup |
-Menyimpulkan materi kegiatan -Memberikan motivasi kepada warga agar lebih menjaga kesehatan giginya -Mengucapkan salam penutup |
XIV. MATERI
A. Karang Gigi
a. Pengertian Karang Gigi
Karang gigi adalah suatu endapan keras yang terletak pada permukaan gigi berwarna mulai dari kuning-kecoklatan, kecoklat-coklatan, sampai dengan kegitam-hitaman dan memiliki permukaan keras (Rani,2010)
b. Penyebab terbentuknya karang gigi
Karang gigi biasanya diawali dengan penimbunan plak, yaitu sisa makanan yang menempel di permukaan gigi yang lama kelamaan mengeras menjadi karang. Plak lama-lama akan mengeras karena mengalami mineralisasi menjadi karang gigi. Karang gigi inilah yang akan menyebabkan peradangan gusi menjadi lebih parah.
c. Cara mencegah terjadinya karang gigi
Cara mencegah terbentuknya karang gigi adalah dengan rajin menjaga kesehatan gigi, yaitu dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dengan cara yang baik dan benar. Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dapat memperlambat pertumbuhan karang gigi. Kontrol ke dokter setiap 6 bulan sekali untuk membersihkan karang gigi (Melinda,2009).
B. Karies Gigi
a. Pengertian Karies Gigi
Karies adalah kerusakan jaringan gigi hingga membentuk lubang. Kerusakan ini ditandai atau diawali dengan tumbuhnya bercak putih pada permukaan gigi yang lama kelamaan membentuk lubang.
b. Penyebab terbentuknya Karies Gigi
Bakteri atau kuman yang ada di dalam plak bersama sisa makanan akan bereaksi asam dan racun aam yang dihasilkan kuman aka menyebabkan kerusakan jaringan gigi sedangkan racunnya akan menyebabkan radang gusi.
- Karies permukaan (Karies Superfisial)
Karies ini baru menyerang bagian email sampai perbatsan email dan dentin. Karies ini kadang-kadang tidak terlihat, tapi apabila diraba menggunakan sonde sudah ada yang menyangkut. Keluhan pasien bervariasi dari tidak merasakan keluhan apa-apa hingga terasa linu apabila ada rangsangan dingin.
- Karies menengah(Karies Media)
Karies ini sudah meliputi dentin kalau tidak tertutup makanan, lubang dapat terlihat. Paisen biasanya mengeluh apabila kemasukan makanan akan terasa sakit atau linu apalagi apabila terdapat rangsangan dingin atau manis.
- Karies Dalam (Karies Profunda)
Karies ini sudah mencapai dentin yang dalam sampai perbatsana dengan pulap atau sudah sampai pulpa. Apabila pulpa masih hidup, pasien akan mengelu sakit seperti senut-senut sampai tidak bisa tidur. Apabila pulpa sudah mati, pasien tidak mengeluh sakit tapi bila digunakan mengunyah akan terasa sakit karena biasanya jaringan disekita akar gigi sudah terinfeksi dan apabila didiamkan lama kelamaan gusi akan menjadi bengkak dan bernanah.
C. KEBIASAAN BAIK DAN BURUK BAGI GIGI
a. Macam-macam kebiasaan baik bagi gigi
- Menyikat gigi 2x sehari pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur
- Membersihkan gigi dengan benang gigi (dental flosh)
- Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor
- Makan makanan yang berserat dan bergizi
b. Macam-macam kebiasaan buruk bagi gigi
- Menghisap jari
Kebiasaan menghisap jari dapat mengakibatkan gigi depan atas menjadi tonggos
- Merokok
Kebiasaan merokok dapat mengakibatkan pewarnaan atau terbentuknya stain pada gigi, terbentuknya karang gigi, nafas yang bau, gigi berlubang, penyakit gusi, kehilangan indera perasa, tanggalnya gigi dan kanker mulut.
- Menggigit kuku, pensil dan benda-benda lain
Kebiasaan ini dapat mengubah posisi gigi mengakibatkan pertumbuhan gigi menjadi tidak beraturan.
- Menggunakan piercing/menindik pada bibir dan lidah
Menggunakan piercing di dalam mulut dapat menyebabkan komplikasi seperti pembengkakan, perdarahan, gigi patah dan penyakit lainnya. Apabila gigi disikat sementara sisa makanan yang menempel pada piercing akan sulit dibersihkan dan akan menjadi sarang bakteri yang menyebabka infeksi.
D. MAKANAN BAIK DAN BURUK BAGI GIGI
a. Makanan yang baik bagi gigi
Makanan yang bagi gigi dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan gigi. Makanan yang baik mengandung unsur gizi yang cukup seperti :
- Karbohidrat (Zat tenaga) seperti nasi, jagung dan umbi-umbian
- Protein (Zat pembangun) seperti daging,telur,tahu,tempe dan lainnya
- Mineral
- Vitamin
- Sayur dan buah
- Susu
b. Makanan yang buruk bagi gigi
Makan yang buruk bagi gigi harus dihindari karena dapat merusak gigi,
antara lain :
- Makanan yang manis seperti permen, coklat, gulali dan lainnya
- Makanan yang terlalu asam seperti makanan yang mengandung cuka
- Makanan yang terlalu dingi atau panas
- Membiasakan diri untuk tidak makan camilan diantara dua waktu makan
E. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT
a. Cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar
- Menyiapkan sikat gigi dan pasta gigi yang mengandung fluor
- Berkumur dengan air bersih sebelum menyikat gigi
- Untuk bagian depan atas dan bawah, miringkan sikat gigi hingga 45 derajat dan lakukan gerakan menyikat dari arah gusi menuju ke gigi
- Untuk bagian dalam, miringkan sikat gigi hingga 45 derajat dan lakukan gerakan seperti mencongkel dari arah gusi menuju gigi. Hal ini memudahkan untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel.
- Untuk bagian pengunyahan lakukan gerakan maju mundur berulang-ulang.
- Sikat lidah dan langit-langit dengan gerakan maju mundur secara berulang untuk menghilangkan bakteri yang menempel.
- Jangan menyikat gigi terlalu keras karena dapat mengakibatkan kerusakan pada gusi.
- Setelah menyikat gigi berkumurlah 1 kali agar sisa fluor masih menempel pada gigi
- Waktu menyikat gigi yang baik yaitu pagi sesudah sarpan dan malam sebelum tidur.
b. Pemeriksaan rutin




0 Comments:
Posting Komentar